- www.iucnredlist.org/apps/redlist/details/18146/0
- www.iucnredlist.org/apps/redlist/details/18151/0
- www.iucnredlist.org/apps/redlist/details/136889/0
- commons.wikimedia.org – wikipedia (gambar)
- http://alamendah.wordpress.com/2010/09/22/kucing-hutan-sang-kucing-leopard/
the centenarian stories
it's a long lasting stories from a good man for a good people
Minggu, 26 Desember 2010
Kucing Hutan Sang Kucing Leopard
Kamis, 09 Desember 2010
WWF Indonesia - Program Pemulihan Harimau Global Disepakati oleh 13 Negara
Dari International Tiger Forum di St. Petersburg, Russia 21-24 Nov 2010
Siaran Pers, Untuk Disiarkan Segera 24/11/2010 - 10:00 WIB
St Petersburg -- Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan populasi harimau Sumatera menjadi dua kali lipat pada tahun 2022 di enam lansekap prioritas konservasi harimau (Tiger Conservation Landscape/TCL) di Sumatera. Demikian disampaikan Ketua Delegasi Republik Indonesia I Made Subadia Gelgel, yang juga Staf Ahli Kementrian Kehutanan, dalam pertemuan dunia mengenai konservasi harimau “International Tiger Forum” di St. Petersburg, Russia.
“Komitmen ini memungkinkan karena telah ada data dasar yang cukup tentang populasi harimau Sumatera dan berbagai program konservasi juga sudah diimplementasikan di wilayah prioritas konservasi harimau tersebut,“ ungkap I Made Subadia Gelgel.
Enam lansekap prioritas dimaksud mencakup Lansekap Ulu Masen, Kampar-Kerumutan, Bukit Tigapuluh, Kerinci Seblat, Bukit Balai Rejang Selatan, dan Bukit Barisan Selatan.
Tigabelas negara-negara sebaran harimau (Tiger Range Countries/TRCs), para pakar, lembaga internasional, lembaga donor, media massa dan LSM nasional dan internasional konservasi harimau berkumpul di St. Petersburg Russia dalam “International Tiger Forum” sejak tanggal 21 sd 24 November 2010. Forum ini bertujuan untuk menyepakati dokumen Program Pemulihan Harimau Global (Global Tiger Recovery Program) dan Deklarasi Bersama (The St Petersburg Declaration on Tiger Conservation) yang merupakan kesepakatan antar Negara untuk menghentikan penurunan populasi harimau dunia dan meningkatkan populasinya menjadi dua kali lipat pada tahun 2022, tahun harimau berikutnya.
Dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Russia, Vladimir Putin, Russia menjadi tuan rumah dari pertemuan ini, dan Indonesia merupakan salah satu dari 13 negara sebaran harimau (Tiger Range Countries/ TRCs) yang hadir. Duabelas negara lainnya meliputi Bangladesh, Bhutan, China, India, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Rusia, Thailand, dan Vietnam.
“Meskipun cukup ambisius komitmen menduakalilipatkan populasi harimau di alam bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Contohnya Russia. Dengan dukungan komitmen politis yang tinggi dan implementasi rencana yang baik, Russia berhasil meningkatkan jumlah populasi harimaunya di alam dari hanya sekitar 80-100 individu tahun 60-an menjadi sekitar 500 individu saat ini, kata Dr. Efransjah, CEO WWF Indonesia yang hadir dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, selain komitmen kuat dari masing-masing negara untuk melakukan aksi nyata penyelamatan harimau, mekanisme pendanaan juga menjadi faktor penting yang harus disepakati demi suksesnya implementasi rencana tersebut.
“Pada hari kedua pertemuan (22/11) seluruh negara sebaran harimau sudah menyepakati dokumen Program Pemulihan Harimau Global untuk mendukung konservasi harimau,” kata Dr. Efransjah. “Kemauan politik sudah dibangun dengan baik, akan tetapi mekanisme pendanaan internasional untuk perlindungan harimau melalui implementasi Program Pemulihan Harimau Global juga perlu disepakati untuk suksesnya implementasi rencana ini, ” lanjut Efransjah.
Untuk mengakomodir kebutuhan tersebut, Delegasi Indonesia telah mengusulkan diadakannya pertemuan lanjutan untuk membahas mekanisme pendanaan.
Dalam presentasi yang dipaparkan, Indonesia juga mengangkat pendekatan tata ruang berbasis ekosistem sebagai salah satu upaya penyelamatan habitat harimau Sumatera. Ekosistem Terpadu RIMBA sebagai model dari pendekatan tata ruang berbasis ekosistem tersebut ( yang merupakan tiga dari enam kawasan prioritas konservasi harimau Sumatera di propinsi Riau, Jambi, dan Sumatera Barat) juga diangkat sebagai contoh kesiapan Indonesia untuk mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan yang rendah karbon di wilayah prioritas konservasi harimau Sumatera.
Sejak kemarin (23/11) hingga hari ini (24/11) waktu Russia, pertemuan dijadwalkan akan membahas dan menyepakati Deklarasi Bersama (The St Petersburg Declaration on Tiger Conservation).
Untuk informasi lebih lanjut:
Ir. Made Gelgel MSc, Ketua Delegasi Indonesia di International Tiger Forum telp 079670926590 (di Russia)
Dr Efransjah, CEO WWF-Indonesia +6285880194761 (di Russia)
Nazir Foead : Direktur Kebijakan & Pemberdayaan Masyarakat, WWF-Indonesia , +62 811977604 nfoead@wwf.or.id (di Jakarta)
Catatan Untuk Editor:
Pertemuan di Russia merupakan tindak lanjut proses pertemuan antar negara yang pernah diadakan sebelumnya di Kathmandu, Nepal, Hua-Hin, Thailand, dan Bali, Indonesia. Pertemuan yang diadakan di Kathmandu, Nepal Oktober 2009 menghasilkan rekomendasi 15 aksi global untuk menghentikan laju kepunahan dan memulihkan populasi harimau di dunia beserta komitmen sejumlah negara; sedangkan pertemuan tingkat menteri di Hua-Hin, Thailand “Asian Ministerial Conference on Tiger Conservation” Februari 2010 telah menghasilkan Deklarasi untuk mendukung konservasi harimau dunia dan meningkatkan populasi harimau dunia menjadi dua kali lipat pada tahun 2022, yaitu Tahun Harimau berikutnya. Sedangkan Pertemuan Pre-Tiger Summit di Bali Juli 2010 merupakan menghasilkan draf naskah Program Pemulihan Harimau Global dan Deklarasi Bersama untuk disepakati di Russia.
Saat ini harimau berada pada kondisi kritis. Spesies harimau diseluruh dunia saat ini hanya tersisa sekitar 3200 individu yang meliputi enam sub-spesies yaitu harimau Sumatera, Bengal, Amur, Indochina, Cina Selatan, dan Malaya. Ancaman utama kepunahannya mencakup hilang dan terfragmentasinya habitat yang tidak terkendali, berkurangnya jumlah mangsa alami, perburuan dan perdagangan ilegal, serta konflik dengan masyarakat yang tinggal di sekitar habitat harimau.
Sub-spesies yang ada di Indonesia, harimau sumatera, dengan populasi sekitar 400 individu, mewakili 12 persen dari total populasi harimau di dunia – kondisi ini telah menempatkan Indonesia sebagai negara kunci dalam pelestarian harimau di dunia.Selasa, 23 November 2010
WWF Indonesia - Youth Tiger Summit 2010 resmi dibuka di Vladivostok
Oleh: Dyah Eka Rini
Pada tanggal 19 November 2010 lalu, International Youth Tiger Forum (Youth Tiger Summit) resmi dibuka oleh Gubernur Provinsi Primorsky, Russia. Upacara pembukaan Youth Tiger Summit yang diadakan di State University of Economy & Service, Vladivostok ini juga dihadiri oleh konsulat jendral beberapa negara seperti India dan Vietnam, juga Direktur Eksekutif WWF-Russia, Igor Chestin.
Masyarakat kota Vladivostok ikut menyambut meriah para delegasi Youth Tiger Summit dibuktikan dengan menyediakan "prasasti" di Pelabuhan Vladivostok untuk seluruh negara kawasan harimau. Setiap negara - termasuk Indonesia - mendapatkan 1 prasasti di lantai pelabuhan, mirip seperti "Hall of Fame" – nya Hollywood.
Amalia Anindia dan Lely Puspitasari mewakili Indonesia dalam pemasangan prasasti tersebut. Mereka merasa bangga sekali bisa menjadi saksi mata peristiwa ini. Vladivostok adalah ibukota Provinsi Primorsky yang juga merupakan ‘rumah’ salah satu sub-species harimau yaitu harimau amur/Siberia. Dengan adanya prasasti ini di Vladivostok, diharapkan bisa menjadi tanda bahwa enam sub-species yang masih ada di 13 negara dapat terus diingat oleh masyarakat luas dan dapat terus dilestarikan.
Senin, 22 November 2010
WWF Indonesia - Konservasi Harimau 2010: Keberhasilan dan Tindak Lanjut Indonesia pada Forum Harimau Internasional
© WWF-Indonesia/Saipul Siagian
Dengan 3.200 individu yang tersisa di alam liar, populasi harimau dunia saat ini berada di titik nadir. Untuk mencegah kepunahan spesies ini, negara yang memiliki habitat asli harimau seperti Indonesia telah membuat sejumlah inisiatif, kerjasama dan peningkatan dibidang hukum yang akan dibawa pada Forum Harimau Internasional, 21-24 November di St. Petersburg, Russia. Forum ini diharapkan menjadi kesempatan Indonesia untuk menunjukkan komitmen dan upayanya dalam mencegah terus menurunnya populasi harimau Sumatera di negara tersebut.
Forum ini adalah pertemuan internasional yang melibatkan pejabat tinggi pemerintahan dari negara habitat harimau beserta mitra nasional dan internasional mereka. Pada kesempatan tersebut akan dibuat deklarasi mengenai konservasi harimau dan program pelestarian harimau global yang diharapkan akan direalisasikan sebagai kebijakan dan langkah nyata di setiap negara. Memasuki pertengahan akhir Tahun Harimau dipenanggalan Cina, upaya-upaya yang telah dilakukan oleh negara-negara habitat asli harimau mampu memberikan kemajuan bagi pelestarian ikon global yang elok, kuat, dan misterius ini.
“Banyak target yang berhasil kita capai tahun ini,” ungkap Mike Baltzer, ketua Tigers Alive Initative WWF, “tapi kami berharap dapat mencapai sejumlah target konservasi lainnya setelah Forum Internasional Harimau diadakan. Setelah pertemuan tersebut berakhir, pekerjaan yang sebenarnya baru dimulai. Pemerintah dari negara habitat asli harimau telah menunjukkan itikad mereka untuk mencegah kepunahan harimua, dan kami berharap komitmen tersebut dapat mereka wujudkan menjadi tindakan nyata setelah pertemuan di St. Petersburg tersebut. WWF berkomitmen untuk mendukung aksi dan kebijakan pemerintah yang diumumkan pada forum ini.”
Sejumlah pencapaian yang berhasil diraih oleh Indonesia pada tahun 2010 adalah sebagai berikut:
- Survei yang dilaksanakan di seluruh pulau Sumatera untuk memperoleh data terkini mengenai populasi dan okupansi harimau.
- Peluncuran Peta Jalan Visi Sumatera, yang berisi rencana aksi pengimplementasian sistem tata ruang berbasis ekosistem untuk melindungi hutan-hutan bernilai konservasi tinggi dan memperbaiki kondisi kawasan-kawasan kritis yang memiliki fungsi jasa lingkungan.
- Peluncuran inisiatif RIMBA. RIMBA merupakan komitmen dari tiga provinsi Sumatera—Riau, Sumatera Barat, Jambi yang mencakup tiga dari enam kawasan prioritas harimau di Sumatera—untuk mengimplementasikan pengelolaan terbaik (best management practice) terkait perencanaan tata ruang yang lestari serta pembangunan rendah karbon.
- Menteri Kehutanan berkomitmen tidak akan adalah konversi hutan perawan dan hutan rawa gambut di Sumatera dalam dua tahun ke depan.
- Sebesar US$ 1 Milyar akan dialokasikan Pemerintah Norwegia untuk REDD+ di Indonesia. Sebagian dari dana ini akan digunakan untuk melestarikan hutan habitat asli harimau di Sumatera.
- Melindungi 7,341,300 hektar hutan di Kawasan Konservasi Harimau di Sumatera.
- Penguatan di bidang hukum terutama dalam penegakan hukum untuk menghentikan perdagangan harimau terutama di kawasan prioritas konservasi harimau.
Minggu, 24 Oktober 2010
WWF Indonesia - Saatnya Indonesia mengaum!
Melalui aksi global tersebut, setiap staf WWF di seluruh dunia dan publik digerakkan untuk menyuarakan kepedulian mereka terhadap harimau dengan cara “mengaum.” Ekpresi kepedulian publik tersebut akan dihitung dalam petisi WWF yang akan disampaikan kepada 13 pemimpin negara pemilik harimau (Tiger Range Countries-TRCs) di Tiger Summit pada November 2010.
Aksi global tersebut diharapkan mampu mendorong para negosiator Tiger Summit menghasilkan keputusan yang tepat dan memastikan komitmen mereka untuk melipatgandakan populasi harimau alam pada 2022.
“The Tiger Roar Campaign” versi bahsaa dapat diakses di www.wwf.or.id/aummm. Melalui halaman ini, Anda dapat berpartisipasi memberikan “auman” kepedulian Anda melalui beragam cara. Anda dapat melakukannya secara ‘solo’ maupun dalam kelompok.
Partisipan dapat memasukkan gambar mereka saat mengaum atau video “auman” singkat mereka dan menguploadnya di YouTube atau Vimeo, lalu memberikan link video tersebut. Bahkan dengan cara yang sederhana sekalipun, yaitu dengan menuliskan pesan singkat di laman tersebut, Anda juga sudah dapat berpartisipasi pada kampanye ini.
Saatnya ekspresikan kepedulian Anda dengan “mengaum” sekarang!
Minggu, 10 Oktober 2010
Semua Tentang Bebek
| Bebek Goreng ala Bebek Blengong |
Ini dia resto yang pertama kali bikin gw jadi doyan sama daging bebek. Nasi Bebek Ginyo adalah tempat makan yang menyajikan masakan bebek dengan berbagai variasi dan tipe-nya. Tempat makan yang terletak di Jl. Tebet Utara, Jakarta ini tepat berdiri di depan Nanonine House Tebet. Menu yang tersedia antara lain Bebek cabe hijau, Bebek cabe merah, Bebek kremes dan Bebek bakar. Sedangkan menu pendukung lainnya adalah tahu/tempe bacem, perkedel, kerupuk gendar, sayur asem dan lain-lain. Menu favorit gw disini adalah Bebek cabe hijau, rasa pedasnya sedang, bebeknya empuk dan biasanya ukuran jumbo. Untuk menikmati seporsi hidangan nasi bebek+tempe+lalap+minuman budgetnya berkisar Rp30.000,-. Dijamin temen-temen akan jadikan tempat ini sebagai resto favorit untuk bersantap Bebek. Berikut ini preview resto Bebek Ginyo.
| varians menu di resto Bebek Ginyo |
